Minggu, 11 Oktober 2009

Telah Dibuka, Pendaftaran Klab Nulis Angkatan VI


Tema angkatan VI adalah Fiction Journey Writing
copyright metode ada pada Sophan Ajie

Fiction Journey Writing melatih seseorang menanggapi sesuatu atau seseorang dengan sangat original dan tidak terprediksi. Dengan metoda menulis Fiction Journey Writing, penulis akan di tantang untuk tampil seperti apapun yang mereka idam-idamkan dalam hidup, yaitu kebebasan. Sebuah perjalanan menuju perjalanan kebebasan yang bermakna.

Durasi Metode Pengajaran : 12 Pertemuan selama 2 bulan 2x seminggu
Klab akan diadakan setiap senin – kamis setiap minggunya
Waktu klab 17.00 – 19.00 WIB
Angkatan VI akan dimulai tanggal 2 November 2009

Pendaftaran dibuka dari 12 – 24 31 November 2009 (sangat terbatas hanya untuk 15 orang)
Biaya pendaftaran Rp 225.000
Fasilitas: materi, sertifikat, bingkisan menarik diakhir angkatan, dan hadian spesial untuk karya terbaik

Perserta: pelajar (SMA), mahasiswa, dosen umum

Silabus Pengajaran:

Pertemuan I: Kesadaran berkata-kata

Pertemuan II: Kehebatan Teks + games

Pertemuan III: Fokus dan Durasi Cerita +games

Pertemuan IV: Alur Penceritaan Menurut Pemikiran Visual Literacy

Pertemuan V: Kerja Kreatif Tim Penulis

Pertemuan VI: Pengamatan Kreatif

Pertemuan VII: Laboratorium Menulis I

Pertemuan VIII: Laboratorium Menulis II

Pertemuan IX: Sidang Karya I

Pertemuan X: Sidang Karya II

Pertemuan XI: Sidang Karya III

Pertemuan XII: Closing Ceremony


Biodata pengajar:

Sophan Ajie adalah dosen mata kuliah Estetika, berfokus pada kesusastraan di Universitas Katolik Parahyangan. Ia pun aktif sebagai pengajar sastra dan drama di SMP Waringin dan Saint Mary College. Selain itu disela-sela kesibukannya mengajar, termasuk juga di Tobucil & klabs, Sophan Ajie telah membuat beberapa buku seperti Menantang Diktator, Perang Udara di Eropa, dan Perang Spionase terbitan Penerbit Buku Kompas. Gaya penuturannya yang menggabungkan teknik penceritaan fiksi dan ilmiah, menjadikan karya-karyanya unik. Ia pun sudah membuat banyak karya-karya drama remaja dan telah dipentaskan oleh beberapa sanggat seni. Naskah drama remaja terakhirnya Legenda Hujan akan dipentaskan keliling Asia pada 2010-2011.

Kamis, 08 Oktober 2009

Film-Film di Bulan Oktober: "Proses Kreatif"

Setelah libur lebaran, klab nonton memulai kembali dengan film-film bertema 'kreatif proses'. Bagaimana sutradara sekelas Lars Von Trier dan Terry Gilliam, mengeksekusi ide dan gagasan menjadi sebuah karya. Tidak semuanya bisa berjalan dengan lancar dan berhasil. Terry Gilliam misalnya dalam film dokumenter Lost In La Mancha, menampilkan proses kegagalan Terry Gilliam mengeksekusi filmnya yang berjudul The Man Who Killed Don Quixote karena banyak faktor tak terduga di luar perhitungan. Namun kegagalan ini tak mematahkan semangat Terry untuk tetap menggarap The Man Who Killed Don Quixote kembali yang dijadwalkan release tahun 2011. Bulan ini juga, klab nonton proses kreatif band asal Seattle, Pearl Jam, ketika menggarap album kelima mereka, Yield, akan ditampilkan dalam dokumenter proses rekaman mereka yang berjudul Single Video Theory. Sebagai penutup agenda klab nonton di bulan ini akan memutar Film berjudul "Ray" yang berkisah tentang kehidupan dan proses kreatif musisi besar: Ray Charles.

Selamat menonton, selamat mengalami proses kreatifmu sendiri.. :)


Sabtu, 10 Oktober 2009, Pk. 18.30
The Five Obstructions

(Judul dalam bahasa Denmark: De Fem benspænd) adalah film karya Lars Von Trier dan Jørgen Leth yang dibuat tahun 2003. Film ini merupakan film dokumenter bagaimana Lars Von Tries menantang Jorgen Leth, film maker yang juga mentor Von Trier. Film berjudul The Perfect Human (1967), merupakan karya Leth yang menjadi favorit Von Trier. Dalam dokumenter ini, Von Trier menantang Leth untuk membuat ulang The Perfect Human dalam lima 'obstruction' yang bebeda.

Tentang The Five Obstructions bisa di klik disini


The Lost in La Mancha
Sabtu, 17 Oktober 2009 Pk. 18.30

Sutradara: Keith Fulton dan Louis Pepe

Kalau kamu penggemar berat karya-karya Terry Gilliam (Monty Python and Holy Grail, Time Bandit, Brazil, Twelve Monkeys, Fear and Loathing in Las Vegas, Brother Grims), dokumenter ini tontonan wajib untuk mengenali bakat istimewa sutradara pecinta magical realism ini.

Awalnya, Keith Fulton dan Louis Pepe, berniat mendokumentasikan proses pembuatan film Gilliam yang berjudul 'The Man Who Killed Don Quixote'. Fulton dan Pepe semula tak pernah menduga, bahwa dokumenter yang mereka buat, akan menjadi diary penting, bagaimana film ini gagal di produksi. Ku kira, bagi siapapun yang tertarik menjadi film maker, kegagalan Terry Gilliam mewujudkan film yang selama ini menjadi alter egonya: Don Quixote, jadi pelajaran penting bahwa banyak hal yang sering kali tak bisa di prediksikan dalam proses pembuatan film.

Faktor kekagalan produksi The Man Who Killed Don Quixote benar-benar di luar prediksi, meskipun bayang-bayangnya menghantui proses produksi film ini sejak awal. Sebagai sutradara Amerika, bukan hal mudah untuk memproduksi film di Eropa. Ada kultur produksi film yang jauh berbeda antara Hollywood dan Eropa. Fantasi Gilliam dalam film ini, mesti berhadapan dengan kenyataan keterbatasan budget meski untuk ukuran produksi Eropa, film ini termasuk film dengan budget cukup besar: 25 juta dollar. The show must go on. Dengan memusatkan produksi di Madrid, Spanyol, Gilliam tetap berusaha mewujudkan impiannya memilemkan Don Quixote. Bintang Perancis senior yang beken lewat film-film komedi di tahun 70-an, Jean Rochefort, terpilih memerankan Don Quixote di film ini. Bagi Rochefort, film ini menjadi debut perdananya dalam produksi film non Perancis. Johnny Deep juga termasuk salah satu pemeran utama di film ini.

Dengan segala keterbatasan persiapan dan budget produksi yang sangat ketat, produksi film ini pun di mulai. Namun rupanya, keberuntungan kali ini enggan berpihak pada Gilliam. Di hari kedua produksi, semua set dan peralatan, terkena badai di lokasi syuting. Dan kabar buruk yang datang berbarengan adalah aktor utamanya Jean Rochefort, terkena infeksi prostat cukup parah dan tidak mungkin kembali ke lokasi syuting. Akhirnya keputusan sulit pun terpaksa di ambil: produksi di hentikan dengan kata lain, film ini gagal di produksi.

Fulton dan Pepe berada dalam situasi yang dilematis. Mereka berada dalam situasi yang serba salah dan ada pada pilihan yang sulit, ketika tau film yang sedang mereka dokumentasikan proses pembuatannya ternyata gagal di produksi. Pada saat inilah, Gilliam meyakinkan Fulton dan Pepe: "Kita sama-sama bikin film, saya gagal melakukannya, tapi bukan berarti kamu juga gagal membuatnya.. kamu harus selesaikan filmmu". Terry Gilliam benar-benar mendukung pembuatan film dokumenter ini. "Kami sampai tidak enak, karena setiap kali ada perubahan, Terry harus kembali melihat mimpi buruknya dengan The Man Who Killed Don Quixote," ungkap Fulton. Butuh waktu dua minggu untuk pulih secara emosional bagi Terry setelah menonton versi akhir dari dokumenter Lost in La Mancha ini.

Dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan oleh IFC, th 2001, Terry Gilliam ditanya oleh kritikus The New York Times, apa yang ia rasakan setelah kegagalan The Man Who Killed Don Quixote, dengan ringan dan tawanya yang khas Terry menjawab:" Film bukan segalanya dalam hidup saya.. satu film dengan film yang lain, bagi saya seperti proses membangun tembok, satu persatu saya meletakan batu itu, jika gagal, saya tinggal mengulanginya lagi.." Tahun 2011 mendatang, Terry akan memulai kembali produksi The Man Who Killed Don Quixote, meski ia harus memulai kembali semuanya dari awal.

Lost in La Mancha ini berdurasi 93 menit dengan ekstra feature kurang lebih 3 jam. Berisi rekaman wawancara orang-orang yang terlibat dalam produksi The Man Who Killed Don Quixote dan Lost in La Mancha sendiri. Film yang cukup penting menurutku untuk orang-orang yang berminat terjun ke dunia film atau ingin mengenal lebih jauh Terry Gilliam.




Pearl Jam Single Video Theory
Sabtu, 24 Oktober 2009, Pk. 18.30

Sutradara: Mark Pellington















Ray
Sabtu, 31 Oktober 2009, Pk. 18.30

Sutradara: Taylor Hackford

Minggu, 30 Agustus 2009

Film-Film di Bulan September: Ngabuburit Bersama Johnny

Mari ngabuburit bersama Johnny Deep! Selama bulan ramadhan ini, klab nonton akan menghadirkan 5 film Johnny Deep untuk mengisi waktu menunggu saat buka puasa tiba. Selama bulan September ini, klab nonton akan hadir setiap senin dan jumat pk. 15.00 -17.00. Selamat ngabuburit bersama Johnny..:)

Jumat, 4 September 2009, Pk. 15.00 - 17.00
The Brave

Sutradara: Johnny Deep

Rafael Lives (Johnny Deep) bersama istrinya Rita dan dua orang anaknya, tinggal di tempat penampungan sampah. Mereka hidup dalam kemiskinan dan Rita menderita sakit sementara Rafael tidak punya uang untuk membawa Rita berobat. Tiba-tiba, Seorang pria muncul dan menawari Rafael pekerjaan yang menghasilkan banyak uang dan kehidupan yang layak bagi keluarganya. Sebuah pekerjaan yang mengharuskan Rafael menukar jiwanya dan Rafael tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Sebuah debut pertama Johnny Deep sebagai sutradara.


Senin, 7 September 2009, Pk. 15.00 - 17.00
Before Night Falls

Sutradara: Julian Schnabel

Berkisah tentang penyair Cuba terkenal, Reinaldo Arenas (Javier Bardem) yang di penjarakan oleh pemerintah Cuba karena tulisan-tulisannya. Arenas menghadapi hukuman atas kejahatan yang tak pernah dilakukannya itu dengan berani. Film ini menampilkan peran ganda Johnny Depp sebagai Bon Bon, waria yang menyelundupkan tulisan-tulisan Arenas keluar dari penjara sekaligus peran Jhonny Deep sebagai sipir penjara yang bengis.


Jumat, 11 September 2009, Pk. 15.00 - 17.00
The Libertine

Sutradara: Laurence Dunmore

Mengisahkan tentang skandal-skandal John Wilmot, Earl of Rochester II dan pemberontakan Wilmot terhadap sistem monarki yang mengukung kebebasan berekspresinya sebagai penulis naskah drama.
John Malkovich, Samantha Morton, ikut menampilkan kepiawaian akting mereka di film ini.




Senin, 14 September 2009, Pk. 15.00 - 17.00
Fear And Loathing in Las Vegas

Sutradara: Terry Gilliam

Tahun 1971, jurnalis Raoul Duke (Johnny Deep) pergi ke Las Vegas untuk meliput balapan mobil. Di tengah perjalanan dia berjumpa dengan rekannya Dr. Gonzo (Benecio Del Toro) dan mereka sama-sama pergi ke Las Vegas. Perjalanan bersama itu mereka isi dengan petualangan psikodelik yang absurd namun berhasil di tampilkan dengan sangat baik oleh Terry Gilliam. Kisah ini diangkat dari buku karya pelopor Gonzo Jurnalism, Hunter S. Thompson.


Jumat, 18 September 2009, Pk. 15.00 - 17.00
Deadman

Sutradara: Jim Jarmusch

William Blake (Johnny Deep), berharap menemukan kehidupan baru di kota yang baru saja dia datangi. Namun kenyataan yang dia temui adalah masalah demi masalah yang menyeret dia dalam bahaya. Berseting wild wild west America dan ditampilkan dalam gaya 'Noir', film ini menampilkan perjalanan menjemput kematian yang ditampilkan dalam komposisi hitam putih yang sulit dilupakan. Gabriel Bryne, Iggy Pop, Robert Mitchum, hadir di film, musik yang digarap dengan sangat cantik oleh Neil Young membuat potret hitam putih wild wild west di film ini tampil magis dan penuh misteri.

Minggu, 26 Juli 2009

Film-Film di Bulan Agustus: Sensor!

Dengan semangat 17 Agustus alias hari kemerdekaan Indonesia, Klab Nonton Tobucil & Klabs, mempersembahkan film-film bertema 'sensor'. Tema yang sengaja dipilih untuk mengajak penonton memikirkan kembali apa makna dari kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat. Tidak ada kebebasan absolut yang ada adalah kebebasan yang disadari oleh kesadaran; bahwa kita tidak hidup sendirian, hidup kita tidak pernah bisa lepas dari sistem. Kesadaran akan membantu kita mendapatkan keleluasan gerak dalam menjelajahi ruang hidup kita yang luas tapi penuh dengan batasan itu. Kesadaran juga yang akan membimbing kita untuk menemukan siasat untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan itu. Selamat menemukan kebebasan.

Empat film yang hadir di bulan Agustus: This Film is Not Yet Rated, Inside Deep Throat, Fuck, Expelled.

Sabtu, 1 Agustus 2009, Pk. 18.15

This Film is Not Yet Rated
Sutradara: Kirby Dick/ 109 menit

Kirby Dick, sutradara dokumenter yang cukup provokatif, mencoba melakukan investigasi atas ketidak konsistenan MPAA (Motion Picture Association of America) yang selama ini berperan memberi label kategori bagi film-film Amerika yang beredar di pasaran. Lembaga seperti MPAA ini yang memberi kontrol pada tayangan-tayangan yang dianggap mengandung kekerasan dan adegan seksual yang vulgar. Dalam pemberian label ini, MPAA menurut Kirby Dick, melakukan diskriminasi. Misalnya saja, film yang mengandung adegan seksual vulgar antara homoseksual label yang lebih buruk daripada adegan seksual yang lebih vulgar lagi yang dilakukan oleh heteroseksual. John Waters, Darren Aronofsky, Mario Bello, Atom Egoyan, Kevin Smith, hadir di film ini dan memberikan pendapatnya.


Sabtu, 8 Agustus 2009, Pk. 18.15

Inside Deep Throat
Film by Brian Grazer/ 90 menit

Film ini menceritakan bagaimana 'Deep Throat' sebuah film porno menjadi film kontroversial sepanjang sejarah perfilman Amerika. 'Deep Throat' menjadi film yang dilarang beredar di 23 negara bagian dan menimbulkan perlawan politik pada saat itu. Termasuk juga bagaimana para bintang film yang memainkannya mendapat penghukuman sosial dan hukum formal ketika memerankannya. Bahkan Deep Throat menjadi nama samaran salah satu narasumber anonim dalam penelusuran skandal Water Gate yang dilakukan media. Film ini sangat menarik untuk memberikan gambaran, bagaimana seksualitas berkaitan dengan politik, gerakan sosial dan revolusi kebudayaan.


Sabtu, 22 Agustus 2009, Pk. 18.30

Fuck
Sutradara Steve Anderson/ 90 menit

Film yang sangat menarik dalam menelusuri mengapa kata 'Fuck' menjadi begitu kontroversial sekaligus politis. Steve Anderson mencoba menelusuri dari mulai asal-usul kata itu mucul menurut ahli bahasa, sampai pada pihak-pihak yang menentang penggunaan kata itu di media dan juga pihak-pihak yang mendukung kata itu sebagai sebuah ungkapan ekspresi yang tidak dapat di definisikan. Film yang sangat menarik untuk menunjukkan bahwa bahasa adalah alat kekuasaan sekaligus perlawanan. Pat Boone, Tera Patrick, Bill Maher, Drew Carey, Michael Medved, Miss Manners, Ron Jeremy, Kevin Smith, Alanis Morrisette dan Hunter S. Thompson tak ketinggalan mengemukakan pendapat mereka di film ini.



Sabtu, 29 Agustus 2009, Pk. 18.30

Expelled: No Intelligence Allowed
Sutradara:
Nathan Frankowski

Ben Stein, praktisi media terkenal di Amrik, mencoba menelusuri persoalan kebebasan berpikir di kalangan ilmuwan dan akademisi. Dalam dokumenter ini, Stein mewawancarai pihak-pihak yang pro kontra terhadap konsep Intelligence Design dan pandangan mereka di seputar isu itu. Stein menemukan bahwa isu Intelligence Desigh ini tidak bisa secara bebas di bicarakan dalam kelas sains, makalah-makalah ilmiah atau aktivitas ilmiah lainnya. Stein juga menyatakan dalam dokumenter ini bahwa kebebasan sains, sangat dipengaruhi oleh kepentingan investasi multi milyar dollar yang justru membatasi alternatif berpikir lain di kalangan para ilmuwan.

Jumat, 03 Juli 2009

Jadwal Sidang Bedah Karya Klab Nulis

Teman- teman bagaimana kabarnya?


Sudah siap untuk sidang kah?


Berikut jadwal sidang yang akan mulai digelar tanggal 6 juli 2009, ada 3 peserta setiap sidang (Peserta diharuskan hadir pada setiap hari sidang).


waktu sidang dimulai jam 17.00 - 20.00 (harap kedatanganny tepat waktu)


Sidang tertutup :


9 juli 2009


peserta 1 : atta

peserta 2 : Jre

peserta 3: Okke


13 juli 2009


peserta 1 : rini

peserta 2 : dicky

peserta 3: augustine


27 juli 2009


peserta 1 : rudy

peserta 2 : tria

peserta 3: evi


3 agustus 2009


peserta 1 : ivan

peserta 2 : rangga

peserta 3: donny


10 agustus : sidang terbuka (dipilih 2 orang dari sidang tertutup)


jadwal pengumpulan karya paling lambat tanggal 5 jam 11 malam atau sebelumnya, bisa dikumpulkan di tobucil dan di email ke wikubaskoro@yahoo.co.id atau tobucil@yahoo.com


sangat diharapkan kedatangannya, gak ada loe gak rame....hehehehe



sampai jumpa

Minggu, 28 Juni 2009

Film-Film di Bulan Juli: "You Can't Be Neutral on a Moving Train"

Tema bulan ini dikutip dari judul film dokumenter tentang sejarawan Amerika, Howard Zinn yang menulis A People's History of the United States. Judul yang menurut kami, sangat relevan untuk menyambut pesta demokrasi terbesar di negeri ini dan merayakan kembali kehidupan keseharian yang membutuhkan ketegasan dalam menyatakan sikap.

Kehidupan empat orang tokoh penting dunia akan dihadirkan melalui film dokumenter edisi klab nonton bulan Juli ini: Jaques Derida (filsuf dan bapak 'dekonstruksi'), Howard Zinn (sejarawan, aktivis, dan penulis 'People's History of the United States), Marshall McLuhan (penulis 'Medium is the Message'), Andy Warhol (Pop Art Legend). Empat tokoh yang hadir memberi inspirasi untuk menyatakan ruang hidup kita dalam memandang sejarah, aktivisme, hak-hak asasi manusia, media dan teknologi dan seni yang membentuk diri kita selama ini.

Selamat menyatakan diri. Selamat menentukan keberpihakan.

Programer bulan ini: Tarlen Handayani (Program Director Tobucil & Klabs)

Bertempat di Tobucil & Klabs Jalan Aceh No. 56 Bandung
Setiap Sabtu, Pk. 18.15 - selesai

Acara ini terbuka untuk umum dan Gratis!

-----

Sabtu, 4 Juli 2009
Pk. 18.15 - 20.00

Derrida

Film oleh Kirby Dick & Amy Ziering Kofman/ 85 menit/ teks bahasa Inggris. Musik: Ryuichi Sakamoto/ 2002

" What if someone came along who chaged not the way you think about everything. But everything about the way you think?"

Salah satu ikon dan tokoh yang paling berpengaruh abad 20. Filsuf asal Perancis ini dikenal dengan sebuatan 'bapak dekonstruksi', karena pemikirannya, kita diajak menengok kembali sejarah, bahasa, seni dan film. Dengan semangat pemikiran Derida, pembuat filmnya, Kirby Dick dan Amy Ziering mengajak penonton melihat potret Derrida sekaligus mempertanyakan konsep dari biografi itu sendiri. Musiknya di garap oleh Ryuichi Sakamoto, musisi yang pernah mendapaktkan Oscar saat menggarap The Last Emperor.

Sabtu, 11 Juli 2009
Pk. 18.15-20.00 WIB

Howard Zinn: You Can't Be Neutral on a Moving Train

Film oleh Deb Ellis dan Denis Mueller/ Narator: Matt Damon/ 78 menit/ bahasa inggris, tanpa teks/2004

Howard Zinn adalah inspirasi bagi generasinya. Film ini menampilkan kehidupan Zinn, sejak ia kecil, kemudian menjadi aktivis organisasi buruh, pasukan bombardir udara di Perang Dunia II, sampai pemberontakannya di dunia akademis dan aktivis pembela hak-hak asasi manusia dan persamaan hak. Bukunya, 'People's History of the United States' memberi suara pada kaum minoritas, kelas pekerja, penduduk asli Amerika dan minoritas kulit berwarna. Rekan intelektualnya, Noam Chomsky mengatakan bahwa Zinn adalah model dan inspirasi bagi siapa yang mencari keadilan dan perdamaian.

Sabtu, 18 Juli 2009
Pk. 18.15 - 20.00

Marshall McLuhan: McLuhan's Wake

Sutradara: Kevin McMahon/ 94 menit/bahasa inggris tanpa teks/ 2002

"We become what we behold. We shape our tools and thereafter our tools shape us." - Marshall McLuhan-

Kita semua hidup dalam era kebangkitan Marshall McLuhan. Dimana kita semua dibentuk oleh hingar bingar teknologi yang mengubah bentuk kehidupan kita, bagaimana hidup kita di bentuk oleh teknologi digital yang menjadi ruang sosial kita, spiritual, ekonomi dan ideologi. Frase 'The global village' dan 'the medium is the message' adalah frase yang paling banyak di kutip dalam sejarah hidup manusia kaitannya dengan hubungan kita dengan media yang membentuk dunia kita. Lebih dari dua puluh tahun setelah kematiannya, dalam kabut teknologi internet, teknologi kabel dan virtual, film ini mencoba melihat kembali apa yang sesunggunya menjadi 'pesan' dari pemikiran McLuhan.

Sabtu, 25 Juli 2009
Pk. 18.15 - 20.00

The Life And Times of Andy Warhol: Superstar

Film oleh Chuck Workman/ 87 menit/ berbahasa Inggris tanpa teks/ 1991

Siapa pun yang menggemari karya-karya Andy Warhol, film ini akan membawa penonton mengenal Warhol lebih jauh. Masa kecilnya dan apa yang membuat dirinya menjadi ikon 'pop art' yang tak terbantahkan. Film ini menghadirkan pula wawancara bersama Leo Castelli, Roy Lichtenstein, Lou Reed, Dennis Hopper, Fran Lebowitz dan banyak lagi.

Rabu, 17 Juni 2009

TOR Pesta Filsuf

Perayaan Dua Tahun Madrasah Falsafah Tobucil & Klabs Pesta Filsuf: “Merayakan Filsafat Dalam Keseharian” Bandung, 19 Juli 2009

Pengantar
Keberadaan filsafat pada dasarnya, tidak pernah bisa berdiri sendiri. Filsafat akan selalu mengada seiring dengan aktifitas manusia. Filsafat dalam prakteknya bisa dimaknai sebagai pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat bisa juga bermakna sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari aspek yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Hadirnya Klab Filsafat Tobucil dan Madrasah Falsafah Sophia di tengah-tenangah keramaian kota Bandung, adalah merupakan ikhtiar dalam mengembalikan filsafat kepada “habitat” aslinya, yakni dari aktivitas keseharian manusia. Semangat “Filsafat dalam Keseharian” (Everyday Life Philosophy) yang menjadi alasan klab ini hadir ditengah keramaian Kota Bandung. Sejak 16 Juli 2007 lalu, klab filsafat Madrasah Falsafah Sophia, secara rutin menggelar kegiatan “Obrolan di Rabu Sore” di Tobucil & Klabs, dengan tema-tema yang diangkat dari keseharian, dari hal yang dianggap remeh temeh sampe yang dianggap serius.
Beragam latar belakang partisipan hadir dan senantiasa berdialog, saling memeriksa, mencoba kritis, belajar berbeda dan menerima keragaman perspektif yang mengemuka. Obrolan filsafat yang selalu diaangap sebagai obrolan yang memusingkan, teoritis, dan hanya bisa dikonsumsi oleh sebagian orang saja, itu tidak terjadi di klab filsafat ini. Suasana santai di setiap rabu sore, mampu mencairkan sekat-sekat perbedaan keyakinan atau ideology, ras, etnisitas, gender dan sekat-sekat lainnya.

Juli mendatang, Madrasah Falsafah, genap berusia 2 tahun dan kami ingin merayakannya dengan mempertemukan para ‘filsuf’ dalam acara Pesta Filsuf “Merayakan Filsafat dalam Keseharian” untuk saling berbagi pengalaman dan pandangannya lewat sesi-sesi yang kami hadirkan.

Acara ini kami selenggarakan atas swadaya anggota komunitas Madrasah Falsafah, kesukarelaan anggota Klab Hobi untuk meluangkan waktu berkreasi menciptakan hadiah-hadiah untuk para undangan dan juga kebaikan R.E. Hartanto yang telah mengijinkan gambar-gambarnya dipergunakan dalam merchandise edisi terbatas bagi penggalangan dana untuk kegiatan ini.

Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada :
Minggu, 19 Juli 2009
Pk. 10.00 – 21.00
Tempat: Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung

Bentuk kegiatan adalah diskusi santai dan pemutaran film yang terbagi dalam empat sesi diskusi yang terbuka untuk umum dan gratis dengan tema sebagai berikut:

* Semua narasumber untuk setiap sesi sedang dalam konfirmasi (tunggu up date berikutnya).

Sesi I:
Pk. 10.00 – 12.00
“Facebook dan Aktualisasi Diri Individu
Bagaimana memaknai facebook dan jejaring sosial dunia maya lainnya sebagai panggung aktualisasi diri individu.

Sesi II
Pk. 13.00 – 15.00
“Filsafat dalam Keseharian ”
Bagaimana memaknai kembali filsafat sebagai bagian dari keseharian.

Sesi III
Pk. 16.00 – 18.00
“Spiritualitas Masyarakt Urban”
Bagaimana memaknai kembali spiritualitas dalam perspektif masyarakat urban.

Sesi IV
18.00 – 21.00
Syukuran dan Pemutaran Film:
Me and You and Everyone We Know (Sutradara: Miranda July)


Peserta:
Pelajar, Mahasiswa, Umum, Siapapun yang tertarik dengan filsafat.


Tentang Madrasah Falsafah
Apa Madrasah Falsafah itu?
Madrasah Falsafah adalah sebuah ruang publik yang terbuka bagi siapa saja, gak peduli ras, etnis, gender, dan dari agama atau kepercayaan apapun untuk saling berbagi, melayani dan melahirkan kesadaran hidup yang lebih baik, dengan cara berfilsafat dari kehidupan sehari-hari.

Apa yang Dilakukan di Madrasah Falsafah?
Berdialog. Inti dialog adalah melahirkan kesadaran hidup “baik” dari diri sendiri dan kawan bicara. Bagaimana orang harus hidup merupakan urusan semua orang, karena itu dialog dengan tujuan hidup “baik” penting bagi siapapun.

Selain berdialog, di Madrasah Falsafah dibiasakan untuk menuliskan kembali apa-apa saja yang dialami, dirasakan dan dipikirkan selama kegiatan berlangsung, yang tentunya setelah melalui proses apropreasi untuk kemudian di praktekan dalam berkeseharian.

Siapa Pembicaranya?
Siapapun yang hadir di Madrasah Falsafah Sophia, dialah pembicaranya. Kehadiran pihak dari penyelenggara hanya sebagai pemandu, pengarah alur obrolan agar tetap pada fokus dan lebih dalam. Karena pada dasarnya: “Tiap Orang adalah Filsuf”.

Apa Materi Pembicaraanya ?
Tentang Kehidupan sehari-hari, apapun. Soal-soal sepele atau soal-soal berat sama dianggap sebagai masalah falsafah, asalkan ia terkait dan dialami oleh peserta.

Apa Syarat Menjadi Peserta Madrasah Falsafah?
(1) Kejujuran, (2) Keterbukaan, dan (3) Ketulusan.

Kapan dan Dimana Kegiatan itu Berlangsung?
Kegiatan berlangsung setiap hari Rabu Pukul 16.00-19.00 WIB. Bertempat di “tobucil & klabs” Jl. Aceh No. 56 Tlp. (022) 4261548 Bandung.
Related Posts with Thumbnails